Sabtu, 21 Desember 2013

Masih Disini



Kutitipkan suara parauku malam ini.
Pada satwa malam yang mulai berdendang.
Kuhembuskan nafas kerinduan
Dari jiwa yang tak di indahkan
Melalui cela pori-pori jiwa.

Kumerana dalam kebisingan hati.
Kuterluka dalam penantian diri.
Mencoba menyibak tirai manis tak berpenghuni.
Beku dalam gigil desau angin ilusi.

Taukah engkau hai... Rembulan pemalu-ku.
Titikku masih sendiri tak bersambung.
Dawaiku masih mengembang tak bersenandung.

Kembali kudiam dalam keheningan malam ini.
Kumasih di sini menunggumu di penghujung mimpi.
Kuharap embun memberi kesejukan dalam rinduku..

Dalam diamku selalu mencintaimu.....

Jumat, 01 Maret 2013

Pengecut...

pengecut..
hanya berani menulis fiksi
yang mungkin dan tak layak disebut puisi
tentang awan yang terus berlari
atau hilangnya secuil harga diri..

pengecut..
selalu menyembunyikan wajah asli
tak mungkin dan tak pernah menampakan diri
berlindung dibalik Topeng suci
yang tampak indah dan slalu berseri..

pengecut..
Menidurkan diri untuk dilupakan
Membekukan aksi untuk dikaburkan
kalimat indah yang slalu kau lantunkan
tak lebih hanyalah sebuah kotoran..

Lari lah,,,,sembunyi lah. . .
dan berlindung lah...Pengecut.